ASN Kota Surabaya Jumat Tetap Ada Kegiatan

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Apr 2026 00:31 7 Detik Expost

SURABAYA, DetikExpost.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai bergerak menyesuaikan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah pusat, dengan penyesuaian kegiatan di lapangan.

 

“Kalau pemerintah pusat WFH-nya Jumat, ya kita akan ikut Jumat. Tapi Jumat tetap ada kerja bakti ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Setelah kerja bakti bisa pulang, tapi tetap kerja,” katanya di Surabaya.

 

Ia menjelaskan program kerja bakti ASRI memang rutin dilakukan dua kali dalam sepekan oleh jajaran Pemkot Surabaya. Karena, jelasnya, ASRI kerja bakti setiap seminggu dua kali, yakni Selasa di lingkungan kantor dan hari Jumat bersamaan.

 

Khusus kegiatan di hari Jumat, Wali Kota Eri menuturkan bahwa kerja bakti juga melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya. “Nanti yang Jumat itu kita akan berbarengan dengan Forkopimda. Jadi ada kodim, ada kepolisian, kita sudah sepakat kemarin. Jadi kita akan bersih-bersih terus,” ujarnya.

 

Selain WFH, Wali Kota Eri menyatakan Pemkot Surabaya juga akan menggeser program ASN menggunakan transportasi umum ke hari lain. “Kalau WFH hari Jumat, kita pindahnya hari Rabu atau Kamis,” ujarnya.

 

Ia menegaskan pada hari tersebut ASN diwajibkan tidak menggunakan kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi berbahan bakar minyak. “Jadi nanti hari Rabu atau Kamis tidak menggunakan kendaraan dinas, tidak menggunakan kendaraan pribadi, tapi menggunakan transportasi umum,” katanya.

 

Wali Kota Eri menegaskan kebijakan ini berlaku bagi seluruh ASN, termasuk yang berdomisili di luar Surabaya.

Wali Kota Eri Cahyadi memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah pusat, dengan penyesuaian kegiatan di lapangan.

Wali Kota Eri Cahyadi memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah pusat, dengan penyesuaian kegiatan di lapangan.

“Nanti orang Sidoarjo bisa naik bus atau parkirnya di (Terminal) Joyoboyo, terus naik bus atau wira-wiri, atau naik (kereta) commuter turun di (Stasiun) Gubeng,” ujarnya. (*)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot News

2 minggu  lalu
104 Independen Multimedia Indonesia
3 minggu  lalu
67 Independen Multimedia Indonesia
3 minggu  lalu
120 Independen Multimedia Indonesia

Breaking News

Politisasi Energi Memantik Api Ditengah Ironi Barcode dan Dua harga BBM
2 minggu  lalu
104 Independen Multimedia Indonesia
Polres Kabupaten Pasuruan Tutup Mata Adanya Dugaan Arena Perjudian Sabung Ayam
3 minggu  lalu
67 Independen Multimedia Indonesia
LAINNYA