Petugas memantau pembayaran parkir nontunai oleh masyarakat di Kota Surabaya. SURABAYA, DetikExpost.com – Pemkot Surabaya terus mengejar pendapatan. Salah satunya yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah dengan mengoptimalkan aplikasi digital tax surveillance park (TS Park) untuk monitoring pendapatan dan transaksi parkir secara non-tunai menggunakan QRIS.

“Digitalisasi ini sebetulnya merupakan bagian dari supaya ada suatu kepastian. Kepastian bahwa para pengguna jasa parkir sudah membayar sesuai dengan ketentuan dan pembagiannya pun sudah sesuai ketentuan dan otomatis,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya Rachmad Basari di Surabaya.
Menurut dia, penerapan digitalisasi memberikan kemudahan bagi masyarakat sebagai pengguna jasa parkir, sekaligus bagi penyelenggara dan petugas parkir. Sistem yang terintegrasi memungkinkan transaksi tercatat sehingga informasi mengenai pendapatan dan pembayaran dapat dipantau dengan lebih jelas.
“Sehingga ini kemudahan juga bagi pengguna jasa parkir, kemudian bagi penyelenggara parkir atau petugas parkir,” jelasnya.
TS Park merupakan aplikasi digital parkir yang dikembangkan untuk membantu monitoring pendapatan sekaligus mendukung pembayaran non-tunai melalui QRIS. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat melihat ringkasan aktivitas harian, mulai dari total pendapatan, jumlah kendaraan yang masuk, hingga daftar transaksi parkir yang tercatat dalam sistem.
Aplikasi ini juga dilengkapi fitur History Transaksi untuk melihat data pendapatan dan transaksi berdasarkan periode tertentu. Pengguna dapat melakukan penyaringan berdasarkan tanggal, waktu, serta jenis kendaraan, baik mobil maupun motor. Sementara fitur pembayaran QRIS, menampilkan kode QR yang dapat dipindai sesuai jenis kendaraan yang dipilih.
Basari menjelaskan, digitalisasi sistem perparkiran tidak hanya diterapkan pada titik parkir tertentu, tetapi diarahkan agar sistem transaksi dapat berjalan secara seragam, baik pada parkir tepi jalan umum (TJU) maupun lokasi usaha seperti pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran.
“Masyarakat kan inginnya digitalisasi. Apakah itu tepi jalan umum (TJU) atau di mal, sehingga kami sebenarnya secara sistem dengan Dishub (Dinas Perhubungan) kerjanya sama,” tutur dia.
Untuk mendukung sistem tersebut, Basari menegaskan bahwa petugas parkir di persil juga dilengkapi identitas dan sarana transaksi digital. “Jadi kami ini juga ada rompi, ada semacam name tag (tanda pengenal) dan juga ada QRIS roda dua dan roda empatnya juga,” tandasnya. (*)

Petugas memantau pembayaran parkir nontunai oleh masyarakat di Kota Surabaya.
Tidak ada komentar